Tuesday, May 8, 2018

Sumber pendanaan Usaha


 Ingin berbisnis tetapi tidak memiliki modal yang cukup atau modal terbatas . maka, kita perlu merubah mindset yang menganggap bahwa suatu usaha hanya bisa dimulai jika tersedia sejumlah uang sebagai modal usaha. Tetapi justru harus memaksimalkan potensi untuk bisa menghimpun modal yang diperlukan. Kita perlu merubah anggapan bahwa bisnis itu haruslah bisnis yang besar dan mapan. Tekan kembali perhitungan modal usaha dengan cara memperhitungkan mana hal yang penting dan mana yang bisa di alihkan. Missal, lokasi penjualan bisa memilih rumah sendiri, menggunakan online media social: instagram, facebook  atau ikut marketplace bersama yang sudah siap bukalapak, tokopedia, dan shopee.
       Sumber pendanaan ada 2 yaitu: (1) pendanaan ekuitas(modal sendiri) dapat diperoleh dari teman , keluarga atau saudara, investor perorangan lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura/ ventura capital dan penjualan saham. (2) pendanaan dari utang(pinjaman). Dapat diperoleh dari teman atau saudara, investor, perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbasis asset, bank-bank komersial, program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan besar , dan perusahaan modal ventura.
            Sumber pendanaan lain atau yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar yaitu bantuan pendanaan dan teknik kepada pemasok serta pengembang teknologi, penjualan saham, penempatan pribadi, penjualan saham modal perusahaan untuk diseleksi individual, penawaran umum pertama(initial public offering/ IPO) saham, pengeluaran saham yang dijual dalam pasar keuangan umum dan penempatan perusahaan dibawah peraturan-peraturan surat berharga bursa efek.
            Syarat-syarat Pinjaman:
1.      Tingkat bungga, apakah tingkat bunga tetap, saldo menurun atau mengambang
2.      Tanggal jatuh tempo pinjaman
3.      Jadwal pembayaran kembali, apakah sama setiap bulannya 
4.      Perjanjian-perjanjian pinjaman
ü  Pembatasan-pembatasan ketentuan bank kepada peminjam yang mempertinggi kesempatan pembayaran kembali pinjaman tepat waktu.
ü  Arsip laporan keuangan, pembatasan gaji, dan pinjaman pribadi(memerlukan orang penjamin pinjaman)
Modal dalam menjalankan bisnis yang biasa kita keluarkan yaitu:
  1. Modal investasi awal,
Modal yang harus dikeluarkan di awal dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal ini adalah bangunan dan peralatan seperti computer, kendaraan, perabotan kanto dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang. Missal toko pakaian yang dibutuhkan adalah  bangunan, rak, manekin, almari stok, meja kasir, ruang pas. Biasanya modal ini cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang, tetapi nilai investasi awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun, bahkan dari bulan ke bulan.
  1. Modal kerja,
Modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan kita. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan atau setiap datang pesanan. Sebagai contoh kalau usaha rumah makan, maka modal kerja yang dibutuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan.  


  1. Modal Operasional
Modal yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis. Yaitu pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, modem , PLN, Air/PAM, dan  retribusi.
Cara mengelola keuangan usaha dengan benar dan tepat, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Buat rekening khusus untuk menyimpan dan mengambil yang berkitan dengan usaha.
2.      Sisihkan untuk beberapa bulan, dengan cara menyisihkan sebagian uang yang anda miliki untuk menutupi biaya hidup selama beberapa bulan sebelum usaha anda menghasilkan keuntungan.
3.      Gaji diri anda. Untuk membiayai hidup selanjutnya, sisihkan keuntungan usaha yang besranya harus ditentukan. Anggap saja itu gaji anda sebagai pengelola usaha
4.      Kendalikan pengeluaran. Mengendalikan pengeluaran tidak hanya usaha tetapi pribadi. Sebab bila pengeluaran pribadi tidak terkendali hal ini akan berpengaruh pada keuangan usaha
5.      Buat anggaran pengeluaran rumah tangga, selain anggran pengeluaran usaha.
6.      Pembagian keuntungan. Bila anda belum balik modal, jangan dulu mengambil keuntungan . memang uang usaha adalah uang anda juga, tetapi  untuk mengendalikan keuangan usaha.  Minimal sampai titik break even point/balik modal.
7.      Investasikan keuntungan.  Bila sudah balik modal, kita harus memikirkan untuk menanamkan uang keuntungan tersebut ke produk investasi selain tabungan atau belika property/ bangunan/kendaraan yang bisa disewakan.
8.      Kurangi resiko. Mengurangi resiko usaha bisa dengan cara mengasuransikan usaha, dengan cara membeli produk asuransi. Seperti asuransi kebakaran, asuransi jiwa, dan lainnya.
9.      Buat laporan keuangan. Laporan keuangan bisa disusun dengan menggunakan system akuntansi yang bisa anda pelajari atau menggunakan konsultan. Laporan yang digunakan berbentuk laporan laba rugi dan neraca.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk  mengatur laporan keuangan yang baik, yaitu:
1.      Mencatat transaksi setiap hari
2.      Untuk memudahkan karyawan, buatlah table agar karyawan dapat mencatat transaksi harian.
3.      Membuat klasifikasi pos pengeluaran mapun belanja
4.      Catat semua transaksi keuangan yang terjadi setiap hari
5.      Pembukuan dibuat secra sederhana, mudah
6.      Gunakan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan tentang evaluasi dan langkah-langkah kedepan
7.      Buat ringkasan keunagn yang menunjukkan perkiraan arus kas(cash flow), neraca, dan laporan laba rugi.
Sehingga dengan kita mengetahui akan modal, sumber pendanaan, mengelola keuangan usaha dan menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar. Maka akan mempermudah jalan kita dalam bisnis dan meraih kesuksesan dalam menjalankan usaha yang kita minati, tekuni dan mampu bermanfaat dengan karya kita tersebut

No comments:

Post a Comment

Q&A: Wawancara Kerja

Linknya:  https://www.canva.com/design/DAEPOVQunkE/k4pqjYVS5HiLbzxXPB4XLA/view?utm_content=DAEPOVQunkE&utm_campaign=designshare&utm_...