Thursday, March 29, 2018

Persiapan Penyusunan Deskripsi Diri SERDOS 2018?


Penyusunan deskripsi diri atau kita singkat DD, akan kita isi kalau kita sudah masuk di Data D5 atau kita telah diumumkan di akun serdos bahwa hasil pemrosesan Data D4 memenuhi syarat. Berikut contoh pengumuman di akun serdos. Gambar 1. Hasil pemrosesan Data D4 


Alur dalam penetapan dan penghitungan dilakukan oleh sistem, sehingga hasilnya pasti dan akurat. Ketika kita sudah pada posisi yang di kotak unggu seperti gambar 2: Alur Penetapan Data D5. Maka selanjutnya harus fokus pada penyusunan deskripsi diri. Deskripsi Diri, adalah pernyataan diri dosen yang bersangkutan tentang prestasi dan kontribusi yang telah diberikannya dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama kegiatan publikasi ilmiah.

 Penyusunan dan pengesahan Deskripsi Diri :
1.    Sebagai bahan acuan penyusunan narasi Deskripsi Diri (DD), DYS harus menyusun Curicullum Vitae
2.    Pengisian DD harus dilakukan pada seluruh butir dalam unsur yang harus diisi dalam instrumen DD.
3.    Narasi DD yang diperbolehkan hanya berupa teks tanpa tabel, gambar, grafik, penomoran, atau rumus. DYS harus mengisi narasi DD untuk masing-masing butir dari setiap unsur dan menyimpannya dengan menekan tombol SIMPAN. Jika sebelumnya DYS telah menyusun narasi DD pada aplikasi pengolah kata (word processor) atau teks, maka isi dari narasi dapat langsung dicopy (salin) dan paste (tempel) pada borang yang telah disediakan.
4.    Setelah proses pengisian narasi DD selesai, dan telah diperiksa kebenaran datanya, dilakukan VALIDASI ISIAN DESKRIPSI. Jika validasi telah dilakukan, maka akan diterbitkan nomor referensi validasi. Nomor ini akan dipakai sebagai identitas naskah DD.
5.    Selanjutnya mengunggah Lembar Pengesahan. Lembar Pengesahan hanya dapat diunduh oleh DYS setelah DYS melakukan validasi DD
6.    Lembar Pengesahan dipindai (scan) dan disimpan dalam file image (gambar) dengan tipe jpeg.
7.    File gambar Lembar Pengesahan kemudian diunggah melalui menu yang telah tersedia dalam modul penyusunan instrumen portofolio sertifikasi dosen masing-masing DYS di situs web serdos
Deskripsi Diri harus memperhatikan hal penting berikut:
1.      Isian (esai) DD setiap butir minimal 150 kata.
2.      Jika esai kurang dari 150 kata, akan mendapat peringatan dari sistem, sebelum divalidasi
3.      Esai kurang dari 150 kata maka skor maksimum adalah 2 (dua)
4.      Tanda huruf K menunjukkan nilai mati, peserta tidak lulus.
5.      Kondisi yg mengakibatkan nilai mati adalah (1) butir DD kosong, dan (2) ada kemiripan DD
6.      Sistem akan memperingatkan apabila terjadi kasus pada butir 3 dan 4
7.      Karya ilmiah yang dideskripsikan dapat diunduh oleh Asesor

Gambar 3: Komputasi skor Hasil Penilaian Deskripsi Diri Sebagai berikut:



Rekam jejak publikasi karya ilmiah memiliki bobot nilai tertinggi, bobot 18 dari 100. Sehingga publikasi mutlak adanya.  Dimana, penghitungan /penilaian berdasarkan rekam jejak publikasi sebagai berikut, gambar 4. Rekam jejak publikasi karya ilmiah(1)

lanjutan, gambar 5: Rekam jejak karya ilmiah (2)
Gambar 6: Skor penilaian dari publikasi dengan kriteria sebagai berikut:


Gambar 7: Penilaian DD diakukan Oleh 2 Assesor dari PTPS


Gambar 8: Penilaian Deskripsi Diri/ DD
 


Dan ini yang kita tunggu tunggu satu kata  keberhasilan “LULUS” .  dari uraian gambar di bawah terlihat jelas bahwa yang menjadi sorotan atau titik utama assessor dalam penilaian ada pada Tridhara dan khususnya pada publikasi. Sehingga semakin beragam dan publikasi semakin berkualitas semakin baik. Berikut ini tampilan gambar 9 : informasi tentang kelulusan SERDOS.



Selamat menyusun deskripsi diri, tahap terakhir yang menentukan anda LULUS SERDOS atau tidak lulus. Berusaha maksimal dan di ikuti Do’a. kita yakin dan percaya bahwa Rezeki tak kan tertukar. Jadi ketika belum rezekinya, harus tetap semangat dan terus berikhtiar.

#salamdosenprofesional
#dosenprofesional
#dosenindonesiayangprofesional
 👆👉👌👍👊
Referensi :


Wednesday, March 28, 2018

STRATEGI ANTI GAGAL SERDOS 2018 TAHAP II



Strategi anti gagal,  ini untuk mengantisipasi kegagalan di Tahap I/belum lulus ditahap I 2018 kemarin. Tidak perlu sedih atau kecewa berkepanjangan tetap semangat dan mencari akar masalah agar menemukan strategi yang tepat dan selalu berpikir positif  bahwa Allah akan memberikan apa-apa kepada hambanya  di waktu yang tepat. 
Kenapa mesti memakai strategi untuk bisa lulus atau sukses dan anti gagal tentunya, karena ada banyak faktor kemungkinan penyebab kegagalan. Maka perlu kita cari akar permasalahan agar bisa menemukan strategi yang tepat untuk sukses.
Berikut Penyebab kegagalan:
1.      Ada perjalanan  data Serdos, nah dari perjalanan data ini kalau saya bisa menyebutkan kalau dari bakal calon DYS  dan belum di ikutkan ke Calon DYS (dari D1 KE D2 terus ke D3) itu bukan gagal tetapi masalah waktu saja. Akan tetapi kalau sudah calon DYS atau D4 dan tidak masuk ke DYS atau D5 itu pasti ada sesuatu atau ada masalah.

2.      Tidak lengkap validasinya. Validasi ini bisa terjadi karena ada data yang belum tervalidasi tetapi masa tahapan sudah berakhir. Data tersebut bisa data penilaian persepsional dari teman sejawat, atasan dan mahasiswa. Jadi, perlu diperhatikan juga bagi operator atau tim panitia Serdos/PSD untuk mengecek hal hal yang berkaitan dengan validasi sebelum masa tahapan proses berakhir.
3.      Pemenuhan Komponen Nilai Dari NBI dan NPA,
Kalau masih ditahap aman nilai nilai tersebut NBI 4 dan NPA 4, Tetapi Bisa juga NBI 3 dan NPA 5 atau sebaliknya. Selain itu baca hal berikut ini


4.      Penilaian Persepsional,
Nilai persepsional jangan terlalu rendah atau terlalu tinggi. Karena akan terlihat tidak singkron dengan biodata atau deskripsi diri kita.
5.      Nilai Gabungan yang tidak memenuhi

Misal Fulanah Dosen berpendidikan S2, Memiliki jabatan fungsional Asisten Ahli(NAP=4), Golongan IIIB(NKP=4)
NGB 2(4)+2(4)+5.9+3+4/7 = 4,12 (Kita bisa ke tahap D5 atau DYS)


6.      Penyusunan deskripsi diri,
Penilaian dari deskripsi diri harus sama dengan di biodata sama dengan yang dipersepsikan. Jangan sampai kategori DD Sedang tetapi persepsional  NPS tinggi.
Penyusunan jangan sampai copy paste, data benar adanya.
7.      Jujur,
Artinya kalau kita tidak memalsukan data, melaporkan apa adanya atau apa yang terjadi, atau copy paste dokumen.  Pengisian Deskrispi diri tidak jujur sehingga dari persepsional yang didapat juga berbeda. Karena vonis dari ketidakjujuran akan mengakibatkan Vonis K Nilai Mati, peserta langsung tidak lulus.

Selanjutnya setelah kita menegetahui permasalahnnya, maka strateginya adalah :
1.      Perbaiki NBI dan NPA, lihat
Posisi NBI dan NPA Jangan sampai intervalnya jauh.  Missal NBI 2 dan NPA 6.  Tetapi yang baik ada di posisi aman yaitu 3-4-5.
2.      Mengurus Jabatan Fungsional,
Mengurus Jafa yang sebelumnya AA maka upgrade menjadi lektor secepatnya. Agar bisa NBI atau NPA bisa diganti salah satunya dengan sertifikat pekerti dan Applied Approach/ AA.
3.      Meminta orang lain yang mengerti dan paham dengan  kita untuk membantu  membaca kembali deskripsi diri anda, maksud di sini untuk mengoreksi typo, tanda baca atau bahkan untuk mengukur kesesuaian tadi. Bukan meminjam DD milik Dosen yang telah lulus sertifikasi

Strategi 1 dan 2 apabila gagal kita itu pada posisi dari pengumuman D4 ke D5. Tetapi, kalau gagal kita pada saat D5 Diumumkan siiapa yang lulus maka strategi no 3 adalah tepat untuk mengatasi atau sebagai solusi permasalahan tersebut.
Kita tau bahwa serdos itu adalah rejeki atau keberuntungan dari Allah, Tetapi lebih baik kalau hal itu di usahakan yang maksimal  atau diikhtiari agar Allah  pun akan memberikan yang terbaik untuk hambanya.
#dosenprofesional

👍👌☝🌸🌸🌸🌹🌹🌹

Tuesday, March 27, 2018

Dokumen Borang Program Studi Yang di Unggah di SAPTO BAN-PT




Hal-hal yang harus dipersiapkan ketika pengajuan akreditasi atau reakreditasi prodi S1, S2, S3 dan D3 melalui BAN-PT. Berikut ini lampiran-lampiran yang saya ikuti selama akreditasi melalui SAPTO-BAN-PT.
1.      Surat Pengantar dari instansi
Surat pengantar ini ditandatangani oleh pimpinan institusi, surat paling atas Kop PT/ Institusi, adapun dokumen yang kami kirimkan meliputi:
1)      Surat pengantar                                                                 : 1 File pdf
2)      Surat Pernyataan                                                               : 1 File pdf
3)      Buku 3A atau Borang Program Studi                               :  1 File pdf
4)      Lampiran 3A                                                                     :  1 File pdf
5)      Buku 3B atau borang pengelola                                        :  1 File pdf
6)      Lampiran 3B                                                                     :  1 file pdf
7)      Evaluasi diri                                                                      :  1 file pdf
8)      Borang data kuantitatif/ exel sesuai template BAN-PT   :  1 file exel

2.      Surat Pernyataan
        Berikut contoh surat pernyataan untuk pengunggahan borang: 




3.      Buku IIIA (Borang Program studi)
Buku IIIA atau borang program studi formatnya sampai dengan maret 2018 masih dengan template yang lama yaitu dengan 7 standar.

4.      Lampiran Borang 3A:
a.          Lampiran A : Fotokopi SK pendirian PS dan Fotokopi SK izin operasional PS
b.         Lampiran B: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tetap yang bidang  keahliannya sesuai dengan PS
c.          Lampiran C: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tetap yang bidang keahliannya di luar bidang PS
d.         Lampiran D: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tidak tetap.
e.          Lampiran E: Contoh soal ujian dalam satu tahun terakhir untuk lima mata kuliah keahlian berikut silabusnya, RPS
f.          Surat paten HaKI atau surat pengakuan/penghargaan terhadap karya dosen atau mahasiswa dari lembaga nasional atau internasional
Lampiran ke 3 ini di kompilasi dalam 1 file, sehingga file yang bertulisakan fotocopy harus kita scan, dan scan dalam bentuk jpg /png karena akan di gabung dan di convert ke pdf. Untuk dokumen a-d di scan  jpg/ png lalu  kompilasi pada ms. Word. Sedangkan,  dokumen d untuk soal ujian UTS dan UAS isiannya sama dengan RPS dan RPP dan untuk penilaian tugas lebih dari 20%.
5.      Buku IIIB (Borang unit pengelola Program studi/ Fakultas
6.      Lampiran Borang 3B:
a.          Fotokopi SK pendirian Fakultas, scan SK pendirian Fakultas dengan format jpg/png lalu di copy ke ms. word. Lalu digabung dengan file
b.         Dokumen Renstra dan Renop Fakultas, setelah file a dan b tergabung menjadi satu langkah selanjutnya disimpan dalam file pdf.
7.      Evaluasi Diri,
Evaluasi diri ini berisi penjabaran renop prodi, renstra  prodi dan Borang 3A.
8.      Borang data kuantitatif(sesuai template BAN-PT),
              Borang data kuantitatif ini wajib dan harus di download melalui web SAPTO BAN PT.yaitu berisi data dari BUKU IIIA dan IIIB yang berkaitan dengan tabel-tabel atau angka yang ada perhitungannya. Seperti pada borang 3A STANDAR 3(3.1.1 – 3.1.2  - 3.1.4  - 3.3.1), standar 4(4.3.1 – 4.3.2  - 4.3.3  -4.3.4  - 4.3.5  - 4.4.1  -  4.4.2   -  4.5.1  -  4.5.2  -  4.5.3   -  4.5.4  - 4.5.5  -  4.6.1). standar 5(5.1.2.1  - 5.1.2.2  -  5.1.3  -  5.4.1  -  5.5.1 – 5.5.2), standar 6(6.2.1.1  -  6.2.1.2  -  6.2.2  -  6.2.3  -  6.3.1  -  6.4.1.1  -  6.4.1.2  -6.5.2), standar 7(7.1.1  -  7.1.3   -  7.1.4  -7.2.1). Borang Kuantitatif  3B untuk stnadar 3(3.1.2 – 3.2.1  - 4.1.1  - 4.1.2) standar 4(4.2) standar 6(6.1.1.1  -  6.1.1.2  - 6.1.1.3  - 6.4.2), standar 7(7.1.1  -  7.2.1).
Data exel ini harus teliti dan hati-hati, jangan sampai kita menambahkan kolom,  karena kalau berbeda dari template aslinya ketika di uploud akan gagal dan diminta memperbaiki sampai berhasil.

Berikut tabel asli tempate

              
Table yang sudah di isi tetapi menambahkan kolom karena ingin menjumlahkan

  Uraian singkat saya ini berdasarkan pengalaman, sehingga kalau kita mengisi sudah sama akan mempermudah ketika akan di uploud oleh operator Perguruan tinggi atau intitusi.

Referensi:


Saturday, March 24, 2018

Langkah-langkah Mempersiapkan Akreditasi Program Studi Pada SAPTO- BAN-PT


Pengusulan atau pengajuan akreditasi prodi dan PT dari Semula BAN-PT yaitu dalam bentuk Fisik yang dikirimkan berubah menjadi SAPTO yaitu Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online. Mengapa harus SAPTO karena untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas akreditasi PT.
Sebelum penyusunan instrument dari setiap standar, langkah awal prodi sudah memiliki Statuta PT, Renop dan Renstra Fakultas sekaligus Renop dan Renstra Prodi. Menyusun Evaluasi Diri, lalu Borang III A, dan mengacu buku matrik penilaian. setelah selesai borang program studi atau IIIA selanjutnya di compile untuk menyusun borang IIIB fakultas(dari berbagai prodi yang ada di naungan fakultas tersebut).
Tahapan Akreditasi Prodi dengan SAPTO_BAN PT yaitu:
1.      Menyusun Dokumen
2.      Menyusun Lampiran,
a.       Lampiran yang dibutuhkan untuk Borang 3A:
ü  Lampiran A : Fotokopi SK pendirian PS dan Fotokopi SK izin operasional PS
ü  Lampiran B: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tetap yang bidang  keahliannya sesuai dengan PS
ü  Lampiran C: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tetap yang bidang keahliannya di luar bidang PS
ü  Lampiran D: Fotokopi ijazah dan sertifikat pendidik dosen tidak tetap.
ü  Lampiran D: Contoh soal ujian dalam satu tahun terakhir untuk lima mata kuliah keahlian berikut silabusnya, RPS
ü  Surat paten HaKI atau surat pengakuan/penghargaan terhadap karya dosen atau mahasiswa dari lembaga nasional atau internasional
b.      Lampiran yang dibutuhkan untuk Borang 3B:
ü  Fotokopi SK pendirian Fakultas
ü  Dokumen Renstra dan Renop Fakultas
3.      Proses Pengajuan Akreditasi Program Studi (APS): unggah berkas persyaratan
a.          Surat Pengantar dari instansi
b.         Surat Pernyataan
c.          Buku IIIA (Borang Program studi)
d.         Lampiran Borang Program studi (sesuai buku IIIA)
e.          Buku IIIB (Borang unit pengelola Program studi/ Fakultas)
f.          Lampiran Borang unit pengelola Program studi/ Fakultas(sesuai buku IIIB)
g.         Evaluasi Diri
h.         Borang data kuantitatif(sesuai template BAN-PT) di download melalui web SAPTO BAN PT.yaitu berisi data dari BUKU IIIA dan IIIB yang berbentu tabel-tabel atau angka.
Berikut contoh sistem sapto: sumber https://sapto.banpt.or.id/





4.      Data no 3 lengkap segera laporkan  ke bagian yang memiliki username dan password PT yang berwenang mengunggah di laman SAPTO.
5.      Setelah di unggah komplit, pastikan tidak lebih dari  H-6 bulan sebelum masa akreditasi berakhir)
6.      Proses Pengajuan Akreditasi Program Studi (APS): daftar status
a.          Submit dokumen
b.         Revisi dokumen       
c.          Menunggu proses AK         
d.         Proses AK                  
e.          Tidak lulus AK             
f.          Tunda AL                   
g.         Proses AL                   
h.         Menunggu penetapan hasil AL
i.           Menunggu penerbitan SK     
j.           SK dan sertifikat terbit   
k.         SK dan sertifikat terkirim 
l.           Tidak terakreditasi
Pada Proses daftar status ini submit dokumen sampai ke tahap revisi kurang lebih 1 bulan, lalu revisi dokumen, semakin cepat program studi  merevisi maka ketahap proses Asesmen kelakayakan atau AK juga semakin cepat. Sedangkan dari proses AK ke AL atau asesmen lapangan kurang lebih 1 bulan. Proses AL sampai  penetapan hasil AL kurang lebih 1 bulan sertifikat terbit. Sertifikat terbit kurang lebih 1 bulan dari menunggu penerbitan SK. Sehingga masa tunggu dari submit dokumen sampai SK terbit kurang lebih 6 bulan.
Dengan waktu yang sangat singkat maka program studi wajib mempersiapkan dengan baik untuk akreditasi Sapto BAN-PT.

Referensi:

Q&A: Wawancara Kerja

Linknya:  https://www.canva.com/design/DAEPOVQunkE/k4pqjYVS5HiLbzxXPB4XLA/view?utm_content=DAEPOVQunkE&utm_campaign=designshare&utm_...